Senin, 05 Juli 2010

PENGERTIAN DAN JENIS MONITOR

Monitor atau sering kita sebut Layar tampilan Komputer. Istilah monitor biasanya digambarkan pada sebuah kotak layar yang dapat menampilkan sesuatu dari komputer. Selain itu pula istilah monitor terkadang digambarkan untuk menilai kemampuan grafis.
Ada banyak cara untuk menggolongkan monitor. Tetapi cara yang paling sering digunakan adalah dengan melihat kemampuan dari warna yang dihasilkan monitor tersebut. Minitor dapat di bagi menjadi 3 kelas, diantaranya :
# monochrome: Monitor Monokrom biasanya menampilkan dua warna, warna background dan satu lagi adalah warna foreground. Warna tersebut adalah warna hitam dan putih, hijau dan hitam dan Kuning dan hitam.

# gray-scale : Gray Scale monitor adalah jenis special dari monitor monochrome yang dapat menampilkan bayangan ungu yang berbeda.

# Color : Monitor Color adalah monitor berwarna yang memiliki 16 hingga 1 juta warna yang berbeda. Monitor berwarna ini terkadang disebut monitor RGB karena monitor tersebut dapat menerima 3 sinyal yang berbeda, Merah (Red), Hijau (Green) dan Biru(Blue).

Setelah mengetahui penjelasan diatas, aspek paling penting dari sebuah monitor adalah ukuran atau sering kita kenal dengan istilah screen atau ukuran layar. Seperti sebuah televisi, ukuran layar adalah perbandingkan lebar dalam satuan inci. Jarak antara satu sudut dengan sudut berlawanan lainnya. Pada umumnya ukuran minimal dari sebuah layar monitor adalah 14 inci, Sedangkan untuk monitor yang berkukuran 16 inci atau bahkan lebih sering disebut dengan monitor yang berlayar penuh. Selain itu berdasarkan ukuran, monitor pula dapat berbentuk portrait atau ukuran tinggi lebih besar dibandingkan dengan ukuran lebar atau dalam bentuk landscape ukuran lebar lebih besar dibandingkan ukuran tinggi. Monitor landscape dapat menampilkan dua halaman penuh yang saling berdampingan satu sama lain.

Resolusi dari monitor mengidentifikasikan seberapa padat pixel yang ada, Pada umumnya, semakin banyak pixel (sering di ungkapkan dengan titik per inci), semakin tajam hasil gambar yang dapat ditampilkan. Banyak monitor saat ini sudah dapat menampilkan 1024 hingga 764 pixels, untuk penggunaan kartu grafis standar. Beberapa model monitor high end sudah dapat menampilkan 1289 hingga 1024, atau bahkan 1600 hingga 1200 pixel.
Selain itu ada beberapa cara umum lainnya yang dapat dilakukan untuk menggolongkan monitor, yaitu dengan berdasarkan istilah pada tipe sinyal yang diterima oleh monitor tersebut, apakah itu analog ataukah digital. Kebanyakan monitor saat ini menerima sinyal analog, yang mensyaratkan penggunaan VGA, SVGA, 8514/A dan beberapa resolusi pewarnaan standar lainnya.
Sedikit monitor yang memiliki frekwensi yang tetap, yang berarti bahwa monitor tersebut hanya menerima inputan hanya pada satu frekwensi. Kebanyakan monitor adalah “Multiscanning” yang berarti bahwa monitor tersebut secara otomatis menyesuaikan pada frekwensi sinyal yang mereka terima. Dan hal itu menandakan bahwa monitor tersebut dapat menampilkan gambar dengan resolusi yang berbeda, tergantung dari data yang mereka terima dari video adapters.

Bebebrapa faktor yang mempengaruhi kualitas dari sebuah monitor adalah sbb :
# bandwidth : Jarak frekwensi sinyal yang dapat di atasi oleh monitor. Hal ini di tentukan dari seberapa banyak data yang dapat di proses, dan selain itu sebebrapa cepat monitor tersebut dapat memproses resolusi yang tinggi.

# refresh rate : Seberapa kali persatuan detik layar dapat di “refresh”. Untuk menghindari adanya kejapan, maka proses refresh setidaknya harus 72 Hz.

# interlaced or noninterlaced: Interlacing adalah teknik yang dapat dilakukan oleh monitor untuk memiliki resolusi yang lebih, tetapi hal itu dapat mengurangi kecepatan reaksi pada monitor.

# dot pitch : Jumlah ruang antara pixel. Semakin kecil dot pitch, maka akan semakin tajam warna yang dihasilkan.

# convergence: Kejernihan dan ketajaman akan setiap pixel.

Semoga artikel diatas dapat membantu :-)
Daftar Kerusakan Monitor
Posted on March 23, 2008 by fata
Daftar Kerusakan Power Supply
Gejala yang Ditimbulkan Kerusakan Komponen
1. Indikator layar gelap Kabel power, fuse, dioda bridge, transistor output regulator, dioda zener, IC oscilator
2. Gambar bergelombang Elco filter, dioda bridge
3. Gambar bergetar Condensator diseputaran oscilator
Daftar Kerusakan Horizontal
Gejala yang Ditimbulkan Kerusakan Komponen
1. Indikator hidup layar gelap IC Oscilator Horizontal, Transistor Driver
Horizontal, Transistor Output Horizotal, Flyback
2. Gambar terlalu ke kiri atau ke kanan Trimpot H-Hold, Trimpot H-Line, IC Oscilator Horizontal
3. Gambar melebar bagian kiri dan kanan Transistor Pelebar Jalur, Yoke Defleksi.
4. Raser satu garis vertikal Condensator Non Polar
5. Gambar garis-garis hold Card Adapter, IC Syncronisasi, Kabel data
6. Gambar terlalu kontras Trimpot Sub-Brigtness, Trimpot Sub-Contras,Potensio Screen.
7. Gambar tidak fokus Potensio Fokus, SocketCRT
8. Gambar redup/gelap Trimpot Sub-Brigtness, Trimpot SubContras, Potensio Screen, CRT.
9. Gambar lengkung dipinggir kiri dan kanan Trimpot Pinchusion,Yoke Defleksi.
10. Ada blanking/garis-garis putih Potensio Screen, Flyback
Daftar Kerusakan Vertical
Gejala yang Ditimbulkan Kerusakan Komponen
1. Raster satu garis horizontal Condensator Vertical, Yoke Defleksi
2. Gambar turun naik tidak berhenti Card Adapter, Kabel Data, IC Oscilator Vertical, Trimpot V-Hold
3. Gambar memendek ketengah IC Vertical, Trimpot V-Size
4. Gambar terlalu keatas atau ke bawah Trimpot V-Hold, Trimpot V-Lin
5. Gambar melebar bagian atas atau bawah Trimpot V-Hold,Trimpot V-Lin, Trimpot V- Size
6. Gambar memanjang bagian atas atau bawah Trimpot V-Hold, Trimpot V-Lin, Trimjpot V-Size
Daftar Kerusakan RGB
Gejala yang Ditimbulkan Kerusakan Komponen
1. Tidak ada warna (hitam putih) Card Adafter, IC RGB
2. Gambar tidak keluar atau kurang jelas Card Adafer, IC RGB
3. Gambar tidak kelihatan tapi raster terang Card Adafter, IC RGB, Trimpot RGB
4. Warna gambar tidak lengkap/warna dasar Card Adafter, IC RGB, Trimpot RGB, Transistor RGB, CRT
Daftar Kerusakan Yoke
Gejala yang Ditimbulkan Kerusakan Komponen
1. Raster satu garis horizontal/vertikal Yoke Defleksi
2. Gambar travesium Yoke Defleksi
3. Gambar berbentuk lingkaran Posisi Yoke Defleksi kurang maju kedepan
4. Gambar miring ke kiri atau ke kanan Posisi Yoke Defleksi terlalu miring
5. Indikator hidup layer gelap Yoke Defleksi
Daftar Kerusakan CRT
Gejala yang Ditimbulkan Kerusakan Komponen
1. Indikator hidup layar gelap CRT, lihat kerusakan horizontal
2. Filamen tidak menyala CRT, telusuri pembagian tegangan filamen
3. Gambar redup tidak kelihatan CRT, naikkan tegangan filamen
4. Pada saat power diOFF kan ada cahaya dilayar seperti korek api CRT
5. Ada blanking berwarna merah/hijau/biru CRT
6. Ada bercak-bercak warna pada layar

Cangkok Fly back
Jika cara pertama tidak berhasil maka kita harus melakukan pen-cangkokan fly back. Itu klo kita tidak berhasil menemukan fly back dengan seri dan tipe yang sama.
bentuk trafo fly back

Peralatan dan bahan yang nt butuhkan diantaranya;
solder, timah secukupnya, kabel tunggal (NYAF) +/- 60 cm, tang lancip, cutter, isolasi, lem besi dan flyback cangkok (sembarang/terserah anda).

Untuk perhatian agar tidak langsung menyentuh bagian kop flyback yang menuju tabung CRT karena masih menyimpan muatan listrik,untuk membuang muatan listriknya lakukan hubung singkat (short circuit) dengan Ground melalui perantara kabelCaranya: ambil kabel 0,5 m kupas lilitkan ke obeng -, ujung satunya hubungkan ke kabel degaussing monitor.Setelah itu buka kop kabel fly back dengan obeng – sentuhkan obeng ke inti kabel, jika fly back masih menyimpan arus listrik maka akan keluar percikan api ketika obeng menyentuh inti kabel.
Lepas kop fly-back dari tabung CRT kemudian lepas pula kabel (yg biasanya berwarna merah) dari kopnya, intinya kita akan memasukkan dua buah kabel (warna merah – dari 2 buah fly-back) ke dalam satu kop. Untuk persiapan pada fly-back cangkok, hubung singkatkan semua kaki-kaki flyback dengan kabel dan disolder kemudian berikan kabel penghubung untuk nantinya disambung ke Ground monitor.
Karena kita akan memasukkan 2 buah kabel ke dalam satu kop maka lakukan pengecilan diameter isolasi kabel fly-back dengan mengirisnya sedikit demi sedikit dengan cutter(hingga lapisan pertama), ini dilakukan supaya 2 buah kabel tsb bisa masuk ke dalam satu kop. Peralatan yang anda bisa gunakan untuk langkah ini ialah menggunakan tang lancip, tang potong, cutter dan solder.
Gunakan kreatifitas dan inisiatif anda didalam mempraktekkan langkah2 diatas, karena tidak ada cara yg baku untuk kasus ini, sehingga keterampilan anda akan terlatih untuk berkembang. Anda bisa meng-Isolasi hasil penggabungan 2 buah kabel yang dimasukkan ke dalam satu kop untuk keamanan, mengingat akan dialiri oleh tegangan yg cukup tinggi.
Selanjutnya, sambungkan kabel penghubung dari kaki-kaki flyback untuk ground yang sebelumnya telah dipersiapkan menggunakan solder.
Posisikan flyback tambahan (cangkok) dengan aman di jeroan monitor dan bila perlu diperkuat dengan kabel ties.
Lepas 2 buah kabel yang menjulur dari flyback (asli) ke Blok RGB (biasanya bernama ”Screen” dan ”Focus”), kemudian digantikan dengan milik fly-back hasil cangkok.
Letak perbedaan 2 kabel ini (screen dan focus) ialah pada ukuran diameter kabel, dimana salah satunya lebih besar untuk menunjukkan perbedaaanya.
Anda bisa mengisolasi kabel screen dan focus milik fly-back (asli) yg telah dilepas dari BlokRGB, karena sudah tidak difungsikan.
.
“Perhatian”
.
Periksa ulang langkah-langkah diatas sebelum mencoba meng-ON-kan monitor, karena penulis tidak bertanggung jawab atas kecelakaan fatal yg disebabkan kelalaian anda didalam mempraktekkan, diantaranya : • Apakah 2 kabel yang masuk ke dalam kop dari 2 fly-back sudah benar ?
pastikan sambungannya kokoh dan bila perlu diisolasi, kemudian masukkan kop dengan benar ke tabung CRT.
• Pastikan semua kaki-kaki flyback cangkok di short-kan (hubung-singkat) yang kemudian dihubungkan dg kabel ke Grounding monitor.
• Penggantian kabel screen dan focus pd Blok RGB dari flyback (asli) dengan milik flyback cangkok pastikan tidak tertukar, kemudian isolasi kabel screen dan focus milik flyback (asli) yg sudah tidak difungsikan untuk pengamanan.
• Pastikan kedudukan / posisi flyback cangkok pada posisi yg aman dan strategis(untuk dijangkau).Terakhir, ON-kan monitor berikut CPU, atur kecerahan dan focus gambar melalui potensiometer pada flyback hasil cangkok,

By: hacker_ngakan87

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOMENTAR SEWAJARNYA AJAH